Tugas kita masih banyak, kawan.

Pengurus PPI-UM 2012-2013 dinyatakan demisioner terhitung 22 Desember 2013 yang lalu. Sebuah pencapaian bagi saya pribadi. Setahun memimpin PPI-UM telah memberikan banyak pelajaran untuk saya. Sebuah kesempatan langka untuk memimpin segelintir mahasiswa intelek yang luar biasa. Peran yang saya harus mainkan di PPI-UM juga bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Merupakan pengalaman pertama kali bagi saya untuk berada di posisi tertinggi dengan tanggung jawab yang menyeluruh. Saya sadar, sedari awal, bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Mudah bukanlah apa yang saya cari dari sebuah pengalaman.

Apa yang telah kita capai, kawan-kawan?

Lebih dari pengakuan publik. Lebih dari sekedar mengisi CV. Kita telah memenuhi salah satu tanggung jawab kita sebagai mahasiswa. Selama setahun ini, PPI-UM telah mencoba mensinergikan kemampuan seluruh anggota nya untuk memberi impak yang nyata untuk Indonesia. Memenuhi perannya sebagai duta budaya di luar negeri melalui ID Fest 2013, menyebarkan solidaritas tanpa batas melalui POSPIM 2013, dan mencerdaskan anak bangsa melalui Pusat Pedidikan Warga Negara Indonesia – Klang. Dan tentu, yang tak kalah penting, mengembangkan potensi mahasiswa Indonesia yang tergabung di PPI-UM.

Lalu, apakah kita pantas bangga dan merasa puas?

Kita patut bangga atas pencapaian kita bersama. Kita patut bangga bahwa kita mampu melunasi beberapa kewajiban kita sebagai mahasiswa. Namun, kita masih jauh dari pantas untuk merasa puas. Berbanggalah atas yang kita lakukan, namun kita pantas menunduk malu mengingat masih banyak yang bisa kita lakukan untuk Indonesia.

Menjadi organisasi kemahasiswaan di negeri jiran, seharusnya tidak mengkerdilkan peran kita dalam berkontribusi untuk bangsa dan negara. Malah, kita berada di posisi yang strategis yang tidak semua orang bisa rasakan. Di Malaysia, banyak yang bisa kita lakukan. Permasalahan TKI yang tiada kunjung usai, permasalahan stateless children yang tidak mendapatkan hak atas pendidikan, kesalahpahaman yang kerap terjadi antar dua negara. Masih banyak, tugas kita, kawan. Jangan mengkerdilkan peran organisasi kita yang besar ini. Bekerja lah untuk Indonesia, di mana pun kita berada. Karena nasionalisme bukan masalah posisi geografis. Jadilah diaspora Indonesia yang dekat dengan semangat ke-Indonesia-an. Semoga PPI-UM menjadi organisasi yang bermanfaat, bukan hanya untuk anggota dan pengurusnya saja. Semoga PPI-UM bisa terus berkarya nyata untuk Indonesia.

Tugas kita masih banyak, kawan.

Bintang Pamungkas
Anggota PPI-UM

2 thoughts on “Tugas kita masih banyak, kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s