Mereka juga berhak!

Tulisan ini adalah mengenai anak-anak Indonesia yang karena sebuah kondisi mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan formal yang layak. Secara hukum, mereka adalah anak-anak stateless, tidak berkewarganegaraan. Mereka adalah anak-anak TKI yang bekerja di Klang, Malaysia. Komplikasi dari permasalahan TKI di Malaysia memang sangat bervariasi dan ruwet. Anak-anak stateless ini adalah salah satunya. Terlepas dari kondisi mereka, saya percaya bahwa anak-anak di sana masih berhak akan pendidikan.

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah “dosa” setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”

― Anies Baswedan, Indonesia Mengajar

Saya rasa kebanyakan dari kita setuju akan pentingnya sebuah pendidikan. Bahkan ini merupakan salah satu cita-cita Indonesia yang tertera di pembukaan UUD ’45. Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terbentuk di atas mimpi-mimpi kolektif. Dan salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saya sendiri percaya, bahwa idealnya pendidikan itu bukan privilege atau hak istimewa yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Pendidikan itu hak dasar setiap anak bangsa. Dan Bapak Anies Baswedan pun berpendapat bahwa mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Kita kah itu?

Untuk memenuhi hak akan pendidikan bagi anak-anak stateless ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur telah berupaya untuk menanggulangi permasalahan ini, Pusat Pendidikan Warganegara Indonesia Insan Malindo telah dibangun untuk memberikan pendidikan untuk anak-anak ini. Namun, tersangkut permasalah hukum dan sebagainya, pendidikan yang diberikan adalah pendidikan non-formal. Output dari PPWI Insan Malindo ini yaitu anak-anak yang dibimbing akan diikuti ujian Paket A untuk kesetaraan ijazah. 

Sebagai mahasiswa, saya merasa memiliki tanggung jawab intelektual. Dorongan untuk berbagi. Saya sendiri adalah salah satu guru volunteer yang secara berkala datang ke PPWI yang terletak di Klang, Malaysia, untuk sekedar mengajar dan berbagi cerita kepada puluhan anak di PPWI. Hal ini sudah berlangsung selama setahun lebih bagi saya sendiri. Dimulai dari semester lalu, saya dibantu dengan teman-teman dari PPI-UM, berinisiatif untuk mengumpulkan bahan-bahan bacaan yang sesuai untuk anak-anak seumuran SD kelas 1 – 5. Menurut saya, buku adalah media pengembangan yang penting. Pendidikan tidak bisa terlepas dari buku. Bisa dibayangkan senyum bahagia yang terukir di wajah mereka kalau banyak buku bacaan berkualitas yang bisa mereka akses setiap harinya. Dengan ini, saya mengajak kawan-kawan yang peduli untuk berbagi kepada adik-adik kita di PPWI Klang.

Adakah buku-buku yang kawan-kawan ingin donasikan? Saya akan sangat senang untuk menyalurkannya kepada adik-adik kita di PPWI Klang🙂

Jika kawan-kawan tertarik untuk mendonasikan buku, silakan hubungi saya melalui email di : bintangpamungkas@live.com ataupun twitter : @binpamungkas

One thought on “Mereka juga berhak!

  1. Pingback: On Graduation | Nalar Ajar Terusan Budi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s