Kota Itu

Aroma jalanan aspal yang tersiram tetesan bening air hujan yang turun dari gumpalan awan yang melayang di langit kota itu tercium dengan jelas, belaian lembut angin meniup dedaunan jatuh jauh dari pohonnya, semua adalah pertanda bahwa kota itu baru diberi sebuah berkah kedamaian. Kota hujan, begitu orang menyebutnya. Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Aku memang tidaklah berasal kota itu, namun di sana lah aku belajar mengenai kehidupan, di sana aku mengecap pendidikan pertama ku, menganyom pendidikan menengah dan di sana pula lah aku menamatkan 3 tahun terindah, SMA. Di jalanannya, dapat kau dengar gelak tawa ku bersama karibku, di tanahnya tersimpan tetes air mataku yang melebur dengan jiwa kota itu. Pepohonan yang rindang seakan selalu menyanyikan lagu penyejuk ketika hari cerah, dan mereka pun selalu melantunkan harmoni penenang jiwa di kala gemuruh petir bersaut-sautan. Kerikil-kerikil yang telah terkelupas dari aspalnya, menjadi saksi bisu langkah-langkah anak manusia di atas 4 ban karet yang belakangan ini mempelopori munculnya sebutan baru bagi kota yang kini sangat kurindukan, kota angkot.

Setiap sudut jalan memiliki ceritanya sendiri, di sudut Barat, tersimpan serpihan memori terkoyak cerita aku dan dirinya. Sementara sudut Utara adalah bagian untuk diriku dan anti-sosialku. Tepat di tengah kota itu, terlalu banyak memori yang terbagi bersama teman-teman seperjuangan yang memiliki mimpi, asa, dan solusi.

Kini aku terdampar jauh dari sejuknya belaian kota itu, 1197 KM dari tempat yang bisa dan biasa kusebut sebagai, “Rumah”. Di sini aku membawa mimpi, merajut asa, hendak mencari sebuah solusi. Pencurahan jiwa dan raga di kota tempat ku singgah sekarang ini akan memberikan pengaruh besar bagi sisa masa hidupku. Aku tidak berani pulang tanpa hasil, aku malu kepada pepohonan yang akan menyapa dan bertanya. Aku tidak berani pulang dengan kegagalan, aku malu pada kerikil-kerikil aspal yang akan menghina diriku seraya tertawa terbahak-bahak. Aku akan pulang dengan hasil dan senyuman terukir di wajahku, untuk membalas salam hangat dari rusa-rusa yang terkurung dalam area istana. Aku akan pulang dengan hati dan otak terisi, untuk berdiri setegak dan sekuat tugu kujang walau hujan badai selalu menerpa. Sampai jumpa, Bogor.

~Dedicated to Bogor, Kota Hujan serta semua semangat dan asa yang terjaga di dalamnya~

3 thoughts on “Kota Itu

    • Vinni? Kamu Vinni yang di B****G itu? Tapi bukan ah, Vinni yang gw kenal ga cantik apalagi lucu, terus boro-boro imut, menggoda? Menggoda untuk ditampar iya kali😛

      MAKASIH IVING! OLEH-OLEH SAOS MCD AJA YA, kan di sana ga ada😛 haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s