Jangan Larang Saya Untuk Bermimpi!

Don’t kill your dreams, they are innocent.

-Found in my Big Bro’s note-

Dunia, biarkanlah saya untuk sekejap memejamkan mata dan memproyeksikan kehidupan yang saya inginkan beberapa tahun mendatang. Biarkan saya mengimpikan momen-momen indah ketika saya nanti wisuda, mendapatkan gaji pertama, mengalami romantisme cinta, melihat Ibu saya tersenyum dengan ikhlas, membayangkan Ayah saya tersenyum di surga, melihat teman-teman saya bahagia dan bangga atas apa yang saya lakukan.

Dunia, tidak kah kau sadar bahwa semua bermula dari mimpi? Jika kau tak izinkan aku bermimpi, lalu kapan aku akan bisa memulai? Di tahun yang muda ini, biarkan aku memulainya.

Aku bisa melihat diriku menjadi mahasiswa, ya, mahasiswa penuh hasrat untuk belajar, mahasiswa dengan rasa ingin tahu yang tulus. Dan aku bisa melihat diriku tersenyum setiap kali berada di dalam kelas, berbicara dengan dosen, berdiskusi suatu topik menantang dengan rekan-rekan. Ya, aku bisa melihat diriku grow up dengan baik.

4 tahun lagi, aku bisa melihat diriku tersenyum bangga, berdiri dengan baju toga wisuda dan saling memberi selamat kepada setiap orang yang mengalami momen bahagia bersamaan denganku. Pada hari itu, mereka, orang-orang spesial itu, akan tersenyum bangga padaku, ya aku bisa melihatnya. Aku bisa melihat aku memeluk Ibuku, dan berterima kasih atas segala yang telah beliau berikan kepadaku. Tanpanya, tak akan sanggup aku mencapai tingkat ini.

Setelah itu, aku bisa melihat diriku masuk ke dalam dunia kerja. Penuh dengan passion, attitude, aptitude, dan perseverance. Aku bisa melihat diriku mendedikasikan apa yang telah ditumbuhkan dan dikembangkan semasa hidupku untuk perusahaan yang memberiku amanat untuk mengisi jabatan berarti itu. Mereka memercayakan itu padaku.

Dan tentu, aku bisa melihat diriku mulai jatuh cinta kepada sosok wanita yang cerdas, supel, yang bisa membuatku nyaman, caring, loving, nyaman untuk diajak berbincang mengenai topik yang menyenangkan. Seorang wanita yang terlalu indah untuk terlewatkan, terlalu sayang untuk tidak memintanya menemani perjalanan panjang hidupku. Seorang wanita, yang bahkan bahasa apapun tidak akan bisa mendeskripsikannya, kecuali perasaan yang tersimpan di hati ini. Aku bisa melihat diriku meminang wanita itu, mungkin ketika umurku 25, aku bisa melihat betapa romantisnya keadaan waktu itu, sebuah setting yang akan aku simpan dalam pikiranku hingga saat itu terjadi. Setelah itu, aku bisa melihat diriku melanjutkan studi ku di universitas yang memiliki reputasi mendunia. Atau mungkin aku akan memulai bisnis ku sendiri, aku bosan digaji.

Sekarang, aku rasa ini saatnya untuk memulai berjalan, berlari, merangkak bila perlu, untuk merangkai mimpi-mimpi ini sehingga aku bisa melihat mimpi-mimpi ku di kehidupan nyata. Anyway, Jangan larang saya untuk bermimpi!

2 thoughts on “Jangan Larang Saya Untuk Bermimpi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s