Bermimpilah

Masih teringat dulu saat saya kecil dan belum mengenal dunia tempat di mana saya memijakkan kaki dan menghirup oksigen secara bebas dan gratis, saya pernah bermimpi untuk menjadi seorang profesor ahli kimia dan mimpi itu terus terbawa hingga pendidikan di Sekolah Dasar berhasil saya lewati. Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu, yang saya tahu, kimia itu dulu adalah hal terkeren yang saya bisa bayangkan. Ternyata pada saat saya SMP, saya mulai mengenal dunia ini sedikit lebih dekat. Mulailah saya berangan-angan dan mengeset cita-cita saya dengan berbagai macam impian. Saya pernah bermimpi di dalam hati untuk menjadi seorang gitaris handal, seorang musisi terkenal lebih tepatnya, mungkin karena waktu itu saya baru belajar main gitar. Entah berapa hal yang saya impikan, namun itu semua ternyata hanyalah bagian dari proses pendewasaan (baca:labil)šŸ˜›

Beranjak dewasa merupakan fase yang indah dari sebuah anugerah yang bernama kehidupan. Saya pun semakin mengenal diri saya, dan mulai mengenal dunia saya. Tapi satu hal yang tak berubah adalah keyakinan saya untuk memiliki mimpi. Semakin saya dewasa, semakin mimpi saya tertata, saya semakin tahu apa yang saya ingin gapai dikehidupan dunia yang sangat singkat ini, dan tentu saya tidak melupakan urusan akhiratšŸ™‚ Mimpi-mimpi itu semakin besar dan semakin terlihat menggiurkan untuk diubah menjadi kenyataan. Tiap anak tangga yang saya lewati untuk mengubah mimpi itu menjadi nyata tidaklah mudah untuk dilewati, dan saya rasa belum satu pun dari mimpi saya yang berhasil berubah menjadi nyata. Namun, mimpi itu ternyata mendorong saya untuk selalu semangat dan produktif dalam segala aktifitas, ingatlah mimpi-mimpi besar mu pada saat dirimu merasa hilang dan tak tentu arah.

Aim for the star, your arrow WILL NEVER reach it, but you have to know that your arrow WILL FLY HIGHER than if you aim for the same level as the other arrow.šŸ™‚

Kalimat di atas merupakan kalimat penggugah yang saya dapat dari pelatihan ESQ tempo hari, nama trainernya adalah Reggy. Kalimat itulah yang semakin membuat saya yakin akan pentingnya bermimpi, memiliki impian. Dream the impossible then make it possible. Dulu lampu bohlam bagi sebagian orang mungkin adalah hal yang mustahil hingga Thomas Alfa Edison berhasil menemukannya, lalu kenapa kita tidak berani mengimpikan hal yang tidak mungkin?šŸ˜€ Dengan begitu, pasti kita akan lebih terpacu untuk meraup semua ilmu yang bisa kita raup. Dunia sudah sangat terbuka, ilmu begitu mudah untuk didapatkan, paling tidak untuk mereka yang sadar dan mau berusaha.

Impian adalah bahan bakar kehidupan.

image credit : ivyangelica.deviantart.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s