Masih teringat dulu saat saya kecil dan belum mengenal dunia tempat di mana saya memijakkan kaki dan menghirup oksigen secara bebas dan gratis, saya pernah bermimpi untuk menjadi seorang profesor ahli kimia dan mimpi itu terus terbawa hingga pendidikan di Sekolah Dasar berhasil saya lewati. Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu, yang saya tahu, kimia itu dulu adalah hal terkeren yang saya bisa bayangkan. Ternyata pada saat saya SMP, saya mulai mengenal dunia ini sedikit lebih dekat. Mulailah saya berangan-angan dan mengeset cita-cita saya dengan berbagai macam impian. Saya pernah bermimpi di dalam hati untuk menjadi seorang gitaris handal, seorang musisi terkenal lebih tepatnya, mungkin karena waktu itu saya baru belajar main gitar. Entah berapa hal yang saya impikan, namun itu semua ternyata hanyalah bagian dari proses pendewasaan (baca:labil)
Beranjak dewasa merupakan fase yang indah dari sebuah anugerah yang bernama kehidupan. Saya pun semakin mengenal diri saya, dan mulai mengenal dunia saya. Tapi satu hal yang tak berubah adalah keyakinan saya untuk memiliki mimpi. Semakin saya dewasa, semakin mimpi saya tertata, saya semakin tahu apa yang saya ingin gapai dikehidupan dunia yang sangat singkat ini, dan tentu saya tidak melupakan urusan akhirat
Mimpi-mimpi itu semakin besar dan semakin terlihat menggiurkan untuk diubah menjadi kenyataan. Tiap anak tangga yang saya lewati untuk mengubah mimpi itu menjadi nyata tidaklah mudah untuk dilewati, dan saya rasa belum satu pun dari mimpi saya yang berhasil berubah menjadi nyata. Namun, mimpi itu ternyata mendorong saya untuk selalu semangat dan produktif dalam segala aktifitas, ingatlah mimpi-mimpi besar mu pada saat dirimu merasa hilang dan tak tentu arah.